Wednesday, May 14, 2008

Odapus Mencari Obat Alternatif

Orang dengan Lupus (Odapus) hingga saat ini tidak ada obat penyembuhnya. Para penderita dibantu relawan yang terorganisir di dalam Yayasan Syamsi Dhuha Bandung berupaya mencari obat alternatif untuk penyembuhan penyakit Lupus.

Jumlah penderita Lupus di Bandung raya saja hingga saat ini mencapai 2000 orang lebih, sementara fasilitas perawatan penderita Lupus masih minim. Hanya klinik khusus di Grematology Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung saja yang menyediakan fasilitas pemeriksaan dan perawatan untuk penderita Lupus.

Pelayanan kesehatan untuk Odapus diakui masih kurang oleh dr. Ahyani Raksanagara, sebagai relawan Odapus dan staf tata Usaha RSHS Bandung. Ia menghimbau kepada masyarakat yang terdiagnosa Lupus harus segera mendapat perawatan jalan dari rumah sakit atau klinik rujukan sebelum stadiumnya meningkat.

Meski perawatan dan pengobatan Lupus terbilang mahal, pihak RSHS menerima pasien miskin dengan menyertakan surat keterangan tidak mampu dari Lurah setempat. Lupus tergolong penyakit unik karena dapat menyerang organ tubuh mana saja pada penderita.

Gejala awal penderita Lupus, menurut Lupus Foundation of America, antara lain: kejang-kejang, sakit/nyeri persendian selama tiga bulan, demam di atas 38 derajat Celcius tanpa sebab jelas dan berulang-ulang, merasa sangat lemah meskipun telah cukup beristirahat, kulit menjadi hipersensitif terhadap sinar matahari, jari tangan atau jari kaki pucat atau tidak nyaman pada saat dingin, dan tujuh gejala lainnya.

“Kalau sudah didiagnosa melalui laboratorium harus segera dirawat jalan,” kata dr. Ahyani Raksanagara di Aula Barat kampus ITB Bandung, Sabtu, (10/5) pagi. Dian Syarief, relawan sekaligus penderita Lupus selama belasan tahun di yayasan tersebut mengatakan bahwa hingga saat ini belum ditemukan obat untuk penyembuhan penyakit Lupus.

Yang perlu dilakukan oleh penderita Lupus, katanya, adalah pola hidup yang sehat, kekuatan spiritual serta motivasi hidup yang baik akan memberi harapan kepada Odapus untuk terus beraktivitas.

“Lupus memang penyakit dengan gejala biasa tapi manifestasinya luar biasa. Tidak menular dan tidak terkait dengan kondisi lingkungan. Jadi, siapa pun dapat terkena Lupus,” kata Dian di Aula Barat kampus ITB Bandung, Sabtu, (10/5) pagi, dalam acara penyuluhan dan kampanye Odapus pada hari Lupus Sedunia atau World Lupus Day.

Lupus menyerang pada orang yang mengalami kelainan genetik sehingga tubuhnya memproduksi anti-bodi berlebihan. Obat yang ada kini hanya untuk mengendalikan virus Lupus agar tidak menyerang organ tubuh.

Sementara kelebihan obat juga dapat menimbulkan efek samping yang relatif berbahaya pada virus tersebut. Oleh karena itu yayasan tersebut dengan Farmasi ITB Bandung sedang berupaya membuat vaksin dan obat untuk penyembuhan Odapus. (Argus Firmansah/Jurnal Nasional/Bandung)

2 comments:

aziz said...

bagi penderita lupus,coba konsumsi makanan organik.selain bebas bahan kimia juga dapat mengeluarkan racun yang telah mengendap didalam tubuh.sudah banyak orang yg telah membuktikannya.untuk info lebih lengkap silahkan klik http://www.sehatkerenorganic.wordpress.com

Leonardus Eric said...

Pada bulan Juni 2004, saya sering merasakan nyeri sendi, wajah agak lebam dan memerah. Saya coba cek ke beberapa dokter di Cirebon dan Jakarta . Dari gejala spesifik yang saya rasakan dokter mendiagnosis saya menderita penyakit lupus dan hasil tes darah menegaskan saya menderita lupus. Sejak itu saya minum obat, tetapi tidak sembuh. Penyakit saya malah tambah parah dan rambut menjadi rontok. Ketika dilakukan pemeriksaan lanjutan, dokter menyatakan fungsi ginjal saya tinggal 20 % karena efek negatif dari obat-obat yang saya konsumsi.

Enam bulan kemudian (Desember 2004) adik saya menawarkan Niwana SOD dengan dosis 3x2 sachet/hari. Setelah 2 minggu ada perubahan/perbaikan, dosisnya saya turunkan menjadi 3x1 sachet/hari. Beberapa bulan kemudian saya rasakan perbaikan yang sangat nyata, tubuh saya terasa segar, tidur nyenyak, rambut tidak rontok lagi bahkan tumbuh seperti semula serta sendi tidak nyeri lagi. Sejak saat itu saya sudah dapat beraktivitas seperti biasa seolah-olah saya tidak pernah mengidap penyakit tersebut. Hasil tes lab terakhir menunjukkan negative (tidak ditemukan lagi adanya sel penanda lupus), saya sudah pulih. Sekarang setiap hari saya selalu mengkonsumsi Niwana SOD dengan dosis 2 x 1 sachet/hari untuk pemeliharaan.

Sri Anggraeni, 49 tahun, Cirebon


Jika anda ingin menanyakan sesuatu tentang testimony diatas silahkan lihat http://detokshop.blogspot.com atau sms/call 081806093006/02192554702 jika ingin secepatnya mendapatkan informasi.