Wednesday, June 11, 2008

Kapolda Jabar Bertekad Bersihkan Jawa Barat

Jawa Barat memiliki banyak permasalahan yang tersembunyi dan tuntas dengan tidak ada kejelasan. Kondisi itu membuat Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Barat Irjen. Pol. Susno Duadji bertindak tegas terhadap siapapun tanpa pandang bulu demi menegakkan hukum.

Tugas kepolisian adalah melayani dan melindungi masyarakat. Polisi, kata Susno Duadji, harus memihak rakyat kecil. Tugas kepolisian perlu didukung pula oleh berbagai pihak di instansi pemerintah termasuk masyarakat sendiri dalam upaya membenahi Jawa Barat dari segi hukum.

Sesepuh dan tokoh Jawa Barat berdialog dengan Kapolda Jabar, Selasa (10/6) pagi, untuk membincangkan pembenahan Jawa Barat ke depan. Pertemuan yang bertajuk Silahturahmi Tokoh dan Sesepuh Jabar dengan Kapolda Jabar itu dihadiri oleh mantan Gubernur Jawa Barat, R. Nuriana dan tokoh-tokoh lain dari berbagai golongan.

Polda Jabar selama kepemimpinan Irjen. Pol. Susno Duadji bekerja keras membersihkan Jawa Barat dari berbagai masalah seperti pungutan liar, kriminalitas, korupsi, pembalakan liar dan memerangi geng motor untuk menjadikan Jawa Barat sebagai daerah teraman dan kondusif.

Masalah pajak di Jawa Barat menurut Kapolda Jabar hampir 90% terjadi kebocoran. Untuk mengungkap kasus itu Kapolda Jabar sudah berkoordinasi dengan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dengan harapan pajak di Jawa Barat bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

Juga kasus penimbunan pupuk bersubsidi yang dibeli oleh seseorang yang tidak memiliki tanaman. Polda Jabar sudah menyita ratusan ton sampai hari ini.

Pungli ya korupsi harus dihukum. Bila ada anggota kepolisian di Jawa Barat yang korupsi saya copot hari itu juga. Dan proses hukum penanganan kasus paling lama enam bulan agar ada kepastian penyelesaiannya.

Jabar dikenal daerah yang agamis, maka Polda Jabar memerangi miras sampai bersih. Polda Jabar sudah menyita 1.600 botol miras saat ini. Minuman keras di lingkungan Polsek akan menjerumuskan Kapolseknya karena artinya ada setoran ke Kapolsek tersebut.

Susno Duadji menghimbau kepada masayarakat Jawa Barat agar bersikap tegas terhadap ketidakadilan. “Jangan takut melawan ketidakadilan,” ujar Susno Duadji didampingi Solihin GP.

Bandung banyak pengusaha di bidang industri yang memiliki surat Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) tetapi banyak juga pencemaran yang merusak lingkungan. Dan yang bertanggungjawab terhadap masalah itu adalah instansi yang terkait.

Di Jawa Barat mempunyai kekayaan bumi yang melimpah akan tetapi banyak pengusaha yang memanfaatkannya secara liar, untuk itu Polda Jabar akan bertindak tegas untuk membersihkan Jawa Barat terhadap pelanggaran undang-undang.

Usai pemaparan dan diskusi interaktif anatara Kapolda Jabar dengan tokoh dan sesepuh Jawa Barat, Solihin GP, sesepuh Jawa Barat, mengatakan bahwa sesepuh atau tokoh Jawa Barat jangan hanya diam saja dengan melihat dan menggerutu, tapi harus berperan aktif dalam membenahi Jawa Barat ke depan.

Ia juga mengatakan dukungannya kepada Susno Duadji agar tetap menjadi Kapolda Jabar, atau menjadi Kapolri karena kinerjanya yang baik sampai saat ini.

“Kita harus ikut aktif membenahi semua masalah diu Jawa Barat,” kata Solihin GP dalam acara Silahturahmi Tokoh dan Sesepuh Jabar dengan Kapolda Jawa Barat di restoran d’Palm, jalan Lombok, Bandung, Selasa (10/6) pagi. (Argus Firmansah/Bandung)

No comments: