Wednesday, October 17, 2007

Ekowisata Situ Gunung (Sukabumi) Perlu Pembenahan

Merayakan Hari Raya Iedul Fitri dengan pulang kampung sudah biasa, sama halnya dengan berwisata saat lebaran itu. Jutaan masyarakat, baik keluarga maupun pelajar menyerbu tempat wisata yang ada di seluruh pelosok Indonesia. Begitu pula dengan tempat-tempat wisata yang ada di Jawa Barat, mereka ketiban rejeki pengunjung selama libur lebaran tahun 2007........ Sukabumi, Jawa Barat, sejak H-1 sudah dikunjungi puluhan ribu pengunjung untuk berwisata di Sukabumi seperti pantai Pelabuhan Ratu hingga daerah wisata di utara Sukabumi yang dikelola oleh Perum Perhutani dan Taman Nasional. Situ Gunung berada di Desa Gedepangrango, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi adalah salah satu tujuan wisata masyarakat Jawa Barat dan jabodetabek selama lebaran tahun 2007........ Situ Gunung merupakan salah satu ekowisata di utara Sukabumi. Untuk tiba di Situ Gunung masyarakat banyak menggunakan kendaraan roda 4 atau roda 2, bahkan rombongan bis pariwisata seperti pelajar sekolah menengah dari Lemahabang, Jakarta, dan pelajar dari daerah Depok. Jarak tempuh sejauh 15 km dari kota Sukabumi membuat Jalan Suryakencana (Cisaat) hingga Jalan Raya Situ Gunung dipadati kendaraan roda 4, roda 2 dan puluhan bis yang membawa para pelajar........ Ekowisata di Situ Gunung terdiri dari danau Situ Gunung dengan legenda lokalnya tentang bagaimana danau itu dibuat pada tahun 1814 oleh keturunan keraton Mataram, Mbah Jalun (Rangga jagad Syahdana), yang dipersembahkan untuk anak sulungnya, Rangga Jaka Lulunta. Serta air terjun yang bernama Curug Sawer dan Curug Cimanaracun....... Akan tetapi harga tiket masuk ke kawasan ekowisata ini masih dirasa mahal oleh pengunjung yang datang ke sana. Pasalnya, harga tiket masuk tidak sebanding oleh fasilitas yang ada di kawasan wisata tersebut. Ade Kobra, 39 tahun, adalah warga Desa Nagrak, Kabupaten Sukabumi, sudah sejak tahun 1980 menjadi pedagang di dalam kawasan tersebut. Ade mengatakan, "harga tiket masuk terlalu mahal. Sedangkan fasilitas yang ada seperti sarana keselamatan dan kebersihan kurang diperhatikan. Malahan, masyarakat atau pedagang yang berinisiatif membuat sarana kebersihan dan fasilitas seperti mushala dengan bantuan donasi dari pengunjung wisata dari Jakarta. Kritikan dan saran dari masyarakat pun hanya didengarkan saja, tapi tidak ada tindak lanjutnya," papar Ade sambil memperhatikan para wisatawan yang sedang menuruni jalan setapak yang cukup terjal dan licin........ Budi Prasetyo, pengunjung asal Cipinang, Jakarta, mengatakan "keindahan alam Situ Gunung waktu saya pertama datang ke sini tahun 1987 masih bisa bertemu rusa, monyet, bahkan ular. Saya datang bersama keluarga saya ini," katanya seusai mengunjungi danau Situ Gunung. Sementara istrinya mengeluhkan harga tiket masuk yang mahal. "Tiket masuknya ke sini mahal dibanding tiket masuk kebun binatang Ragunan," katanya........ Sementara pihak pengelola situs wisata, Chendra Eka Permana, saat ditemui menenggarai masalah yang ada di situs mengatakan, "saya baru beberapa bulan menjadi menejer situs ini. Memang banyak masalah yang harus saya selesaikan sendiri, dan beberapa perbaikan dan fasilitas akan dilakukan ke depannya. Saya harus bekerja ekstra keras untuk membenahi kawasan wisata ini agar dikenal semua masyarakat, sementara pihak pemerintah daerah Sukabumi hanya menuntut target pengunjung agar pemasukan untuk mereka tercapai sesuai yang diinginkan. Padahal mengelola situs ini bukan perkara mudah," katanya optimis........ Pihak Dinas Pariwisata Daerah Sukabumi dinilai pilih kasih dalam memperhatikan aset wisata di Sukabumi. Daerah wisata pantai Pelabuhan Ratu dianggap lebih unggul ketimbang daerah wisata alam seperti Situ Gunung. "Padahal, wisata alam seperti Situ Gunung juga perlu perhatian yang nyata. namun kami maklum karena tenaga di Dinas Pariwisata Daerah Sukabumi bukan orang-orang yang profesional di bidangnya," ujar staf pengelola Situ Gunung........ Pengelolaan situs ekowisata Situ Gunung juga nampak tumpang tindih antara pihak pengelola wisata, Perum Perhutani Unit III Jabar, dengan pihak Taman Nasional bertanggungjawab menjaga kelestarian alam di kawasan seluas 100 hektar lebih itu. Aep Saefudin, petugas dari Taman Nasional, "taman Nasional di Situ Gunung hanya bertanggungjawab mengawasi kelestarian kawasan ini. Kami sedang menyelesaikan struktur baru di lembaga Taman Nasional untuk menjaga kelestarian alam di seluruh Indonesia dengan membentuk Balai Besar," jelasnya........ Langkah strategis Chendra Eka Permana sebagai menejer situs Situ Gunung yaitu melakukan upaya promosi dan menjalin kerjasama dengan media pers untuk mempromosikan kawasan wisata Situ Gunung. Menanggapi sejumlah persoalan sarana dan prasarana yang ada di Situ Gunung, Chendra mengatakan, "Ya itu harus diselesaikan per tahap. tahun 2007 ini kami sudah melakukan perbaikan sebagian sarana dan prasarana yang ada, misalnya pengecatan biar nampak bersih, juga pembersihan jalan-jalan setapak yang menghubungkan satu tempat dengan tempat wisata yang lainnya. Pokoknya saya akan promosi tempat wisata ini dulu lah, selanjutnya....baru membuat sarana penunjang lainnya dan pembenahan manajemen. Soal tiket masuk yang mahal itu memang, karena pada tahun 2006 kami pernah menelusur bahwa tiket masuk Situ Gunung termasuk tiket wisata termahal di Jawa Barat. Harga 7500 rupiah minggu ini disebabkan oleh nilai PNBP-nya 2500 rupiah sejak tahun 2006. Harga tiket yang sekarang ini dikurangi 250 rupiah untuk asuransi para pengunjung wisata, 25 prosen untuk Pemerintah Daerah Sukabumi, 2500 rupiah untuk PNBP/taman Nasional, baru sisanya masuk ke Perum Perhutani untuk mengelola dan menambah fasilitas tambahan di situs ini." katanya. (Firdaus/16 Oktober 2007)

No comments: